Kuch2hotahu.com

Sabtu, 09 Januari 2016

Keuntungan Berbisnis Sampingan



Memulai bisnis sampingan merupakan tantangan tersendiri terutama bagi Kalian yang sudah memiliki pekerjaan tetap. Bisnis sampingan sering kali memberikan profit yang menjanjikan ketimbang pekerjaan utama kalian kini.
Namun memutuskan untuk memulai bisnis sampingan memang gak mudah. Kalian gak hanya menghadapi berbagai tantangan sebagai pebisnis pemula namun juga tetap harus menghadapi pekerjaan utama Kalian yang tentunya harus tetap di jalanin.
Tetapi ternyata ada banyak keuntungan untuk memiliki bisnis sampingan. Berikut ini alasan untuk membuka bisnis sampingan:
1.      Reducedrisk.
Bisnis sampingan itu mengurangi risiko kalian tanpa harus kalian kehilangan pekerjaan utama kalian. Bayangin aja kalian dalam sebulan bisa dapetin lebih dari satu penghasilan. Dan bisnis sampingan itu lebih sedikit resikonya dibanding dengan kalian meninggalkan pekerjaan demi terjun langsung ke bisnis.
2.      Waktu tambahan.
Waktu tambahan maksutnya gimana sih ?? waktu tambahan itu maksutnya kalian mempunyai waktu yang lebih untuk membesarkan usaha sampingan tersebut. Dengan seperti itu usaha kalian bisa berjalan secara normal dan berakhir sukses dari pada kalian terjun langsung ke dunia bisnis dan terburu-buru untuk mendapatkan balik modal secara cepat.
3.      Kebebasan.
Dengan memiliki bisnis sampingan maka Kalian tentunya memiliki uang lebih dimana Kalian memiliki cukup kebebasan untuk menggunakan uang. Penghasilan Kalian dari pekerjaan utama bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Sementara itu penghasilan dari bisnis sampingan bisa kalian gunaian untuk tabungan. Dengan perencanaan seperti itu dijamin sukses pasti milikmu.
4.      Komitmen.
Bisnis sampingan membantu kalian untuk berkomitmen terjun ke dunia bisnis yang sesungguhnya tanpa berisiko kehilangan pekerjaan. Bisnis sampingan juga merupakan media untuk melakukan tes dalam mencoba dunia bisnis. Banyak orang yang memiliki bisnis sampingan saat masih bekerja dan akhirnya sukses membuka bisnis sendiri.
5.      Pertemanan.
Memiliki bisnis sampingan membuat kalian memiliki banyak kenalan dan networking yang baik. Memulai bisnis dari awal akan membuat kalian kesepian namun memiliki orang-orang di sekitar kalian akan membantu kalian untuk fokus dan memberikan ide baru.
6.      Manajemen Waktu.
Sebagai seorang pembisnis, pengaturan waktu yang baik merupakan kunci dari kesuksesan. Mengatur waktu untuk pekerjaan utama kalian dan bisnis sampingan akan membuat kalian mampu untuk mengatur waktu sebaik mungkin yang nantinya akan berguna untuk bisnis kalian.
7.      Kreativitas.
Saat memiliki dua pekerjaan yang harus dijalankan maka kalian  biasanya akan berpikir outside the box untuk memaksimalkan waktu dan uang dan akhirnya kalian  menjadi seorang yang kreatif. Dengan memiliki bisnis sampingan sekaligus pekerjaan utama maka kreativitas kalian akan terasah.
8.      Pemikiran Positif.
Dengan masih memiliki pekerjaan utama dan penghasilan maka kalian memulai sebuah bisnis karena passion kalian  dan bukannya merupakan sebuah kewajiban.  Penting secara psikologis untuk membuat keputusan yang positif untuk memulai sebuah bisnis. Pressure kalian akan berkurang karena kalian masih memiliki pekerjaan utama yang memberi kalian penghasilan dan ini akan membuat pemikiran dan langkah anda lebih positif.
Gimana sekarang udah faham kan betapa pentingnya usaha sampingan ? Sekarang tinggal kalian yang memutuskan mau mengatur kesuksesanmu seperti apa ? Ingat “ Keputusanmu sekarang menentukan masa depanmu di masa depan. So Thinking Now !!!

Kamis, 27 Agustus 2015

Cara Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Ada beberapa cara yang semoga dapat membuat manajemen keuangan yang stabil dalam berumah tangga yang bisa membantu Anda:

Hitunglah penghasilan bersih yang Anda terima setiap bulannya. Buatlah daftar apa saja yang menjadi kebutuhan rumah tangga setiap bulannya, termasuk di dalamnya hipotek, pajak mobil, biaya tak terduga seperti perbaikan mobil, dan kemudian juga biaya makan, bensin, asuransi, cicilan kartu kredit dan hal lain yang Anda anggap masuk dalam kebutuhan dalam berumah tangga.

Kumpulkan slip gaji dan tagihan setidaknya dalam tiga bulan terakhir untuk membandingkan keseimbangan keuangan Anda.Hitunglah rata rata uang Anda yang dikeluarkan selama tiga bulan terakhir. Jika ada pengeluaran yang tidak terduga, perkirakanlah jumlahnya untuk beberapa bulan kedepannya.Kurangi penghasilan bersih Anda dengan rata rata pengeluaran yang tidak terduga.

Mengelola keuangan, bukan hanya untuk saat ini atau bulan ini atau tahun ini saja. Perencanaan jangka panjang sangat penting untuk dimulai se dini mungkin. Karena itu apapun yang dilakukan dalam pembelanjaan dan investasi, harus dipikirkan dan direncanakan untuk jangka panjang. 

Seringkali kita membeli asuransi karena seorang teman atau anggota keluarga yang menjadi agen asuransi menawarkan produknya. Oleh karena itu sering terjadi seseorang memiliki beberapa asuransi, tapi belum tentu jumlah Uang Pertanggungannya mencukupi kebutuhan.

Kita berharap Uang Pertanggungan dari asuransi yang kita beli adalah untuk digunakan oleh anak-anak kita jika sesuatu terjadi pada diri kita, seperti meninggal, sakit kritis atau kecelakaan yang menyebabkan diri kita sebagai penyandang keuangan keluarga tidak dapat lagi memenuhi/membayar kebutuhan anak-anak kita.

Kesalahan Wanita Dalam Manajemen Keuangan

Dalam manajemen keuangan dalam rumah tangga, peran wanita sama pentingnya dengan pria. Baik wanita sebagai ibu rumah tangga yang mengelola gaji suami, maupun wanita yang juga memiliki penghasilan sendiri. 

Namun demikian beberapa kesalahan sering terjadi dalam manajemen keuangan yang dapat mengganggu keuangan keluarga.

1. Tidak membuat anggaran bulanan atau tahunan. 

Keuangan keluarga akan teratur pengeluaran dan alokasinya untuk memenuhi kebutuhan bulanan dan tahunan dengan membuat anggaran bulanan atau tahunan, karena seringkali kita tidak mengetahui kemana uang pergi karena tidak memiliki panduan dan catatan pada saat membelanjakannya. 

2. Membelanjakan uang tanpa melihat prioritas.

Setelah menerima gaji langsung mengeluarkan uang untuk keperluan keperluan yang sifatnya tidak prioritas dan diluar perencanaan/anggaran.Sedangkan seharusnya dilakukan dulu pembyaran untuk keperluan prioritas seperti kebutuhan primer seperti belanja makan, membayar kewajiban (uang sekolah gaji karyawan rumah, membayar cicilan, membayar hutang, membayar premi asuransi dan menyisihkan dana darurat dan investasi).

3. Menyerahkan masalah investasi sepenuhnya kepada suami.

Karena mungkin sering dianggap bahwa laki laki / suami lebih mengerti tentang investasi, maka semua urusan investasi diserahkan kepada suami. Sedangkan didalam mengelola keuangan keluarga dan dalam berinvestasi untuk masa depan keluarga dibutuhkan kerjasama antara suami dan istri. Untuk itu istri diharapkan juga memahami cara dan produk produk investasi.

Mengelola Keuangan Dalam Keluarga

Sebenarnya dalam mengatur keuangan rumah tangga yang bijak perlu banyak belajar apalagi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan pola hidup konsumtif ketika sebelum berumah tangga, atau berawal dari keluarga yang glamor, maka dalam hal ini sangatlah sulit untuk dilakukan. 

Perkirakan pengeluaran untuk bulan depan sesuai dengan dana yang telah Anda alokasikan untuk masing masing kebuuhan. Setiap kali Anda melakukan pembelian, selalu ingat untuk mengurangi dari dana untuk kebutuhan tersebut. 

Misalkan, Anda ingin atau sudah mengalokasikan anggaran 1 juta rupiah untuk membeli pakaian. Setelah uang tersebut diapakai, janganlah Anda membeli pakaian lagi di bulan yang sama.

Sesuaikan alokasi dana Anda ketika pada bulan pertma penganggaran Anda tidak menyisakan untuk ditabung atau tidak bisa memenuhi kebutuhan yang lebih penting. Misalnya Anda bisa mengalokasikan uang makan malam di cafe untuk ditabung atau membayar tagihan kertu kredit.

Maka untuk itu dalam hal pengelolaan keuangan keluarga perlu dibuatkan sebuah tabel keuangan rumah tangga untuk menghindari kondisi fisansial agar bisa diketahui dengan pasti apa yang perlu diprioritaskan dahulu sehubungan dengan kebutuhan diluar dugaan.

Berinvestasilah, selagi Anda tak puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Kini bentuknya macam-macam. Tak perlu khawatir akan risiko investasi, Anda hanya perlu belajar dan konsultasikan keuangan Anda pada ahlinya.